Tampilkan postingan dengan label Sistem Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Komputer. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2017

Pengertian ALU (Arithmetic Logical Unit)

Selamat pagi/siang/malam bagi siapa saja yang membaca blog ini. Pada post ini saya akan membahas tentang ALU. Apa itu ALU? Yang pasti bukan alu yang digunakan untuk menumbuk padi lho :v

ALU (Arithmetic Logical Unit) adalah Salah satu komponen dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan perhitungan aritmatika dan logika. ALU bekerja sama dengan memori, yang dimana hasil perhitungan dari ALU disimpan di dalam memori.

Contoh operasi aritmatika antara lain:

  • Perjumlahan
  • Pengurangan
Dan contob operasi aritmatika antara lain:

  • AND
  • OR


Fungsi ALU adalah untuk melakukan proses data yang berbentuk angka dan logika, seperti matematika dan statistika. ALU terdiri dari register - register untuk menyimpan informasi. Tugas dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatika yang terjadi sesuai instruksi program. Rangkaian pada ALU yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan dinamakan Adder. Adder digunakan untuk memproses operasi aritmatika, Adder juga disebut rangkaian kombinasional aritmatika.

Ada 3 jenis Adder, antara lain:

  1. Half Adder, yaitu rangkaian Adder yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan 2-bit.

  2. Berikut gambar tabel kebenaran serta rangkaian half adder:

  3. Full Adder, yaitu rangkaian Adder yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan 3-bit.

    Berikut adalah gambar tabel kebenaran serta rangkaian full adder:


  4. Paralel Adder, yaitu rangkaian adder yang digunakan untuk menjumlahkan banyak bit, paralel adder merupakan kumpulan dari banyak full adder.

    Berikut adalah gambar rangkaian paralel adder:

Keterangan:
  1. A = Input A.
  2. B = Input B.
  3. S = Sum (hasil perhitungan aritmatika).
  4. C = Carry (hasil simpanan dari perhitungan aritmatika).
  5. Cin = Carry in (Input berupa carry dari adder sebelumnya).
  6. Cout = Carry out (output berupa carry).

Sekian dulu pengertian dari ALU, semoga bermanfaat, selamat pagi/siang/malam bagi siapa saja yang membacanya.

Minggu, 04 September 2016

Pengertian Gerbang Logika dan Macam - Macamnya

Gerbang Logika adalah diagram blok simbol rangkaian digital yang memproses sinya masukan menjadi sinyal keluaran dengan perilaku tertentu. Macam - macam perilaku nya antara lain:

1. Gerbang dasar, dibagi menjadi:

  • And
  • Or 
  • Not

2. Gerbang turunan, dibagi menjadi:

  • Nand (Not dan And)
  • Nor (Not dan Or)
  • Xor (Exclusive Or)
  • Xnor (Exclusive Not dan Or)
7 Gerbang Logika dibagi menjadi 2 jenis, antara lain:

  • Gerbang logika inverter = invers (pembalik). Contoh: Not
  • Gerbang logika non-inverter = gerbang turunan. Contoh: And, Or, Nand, Nor, Xor, dan Xnor.
1. Gerbang logika And:

  • Jenis non-inverter, yaitu gerbang logika yang memiliki dua sinyal masukan/ lebih dengan satu sinyal keluaran.
  • Ketentuan: Sinyal keluaran akan tinggi jika semua sinyal masukan tinggi.


Nilai A Nilai B Fungsi
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1
2. Gerbang logika Or:

  • Jenis Non-inverter.
  • Ketentuan: Sinyal keluaran akan tinggi jika salah satu/ semua sinyal masukan tinggi.


Nilai A Nilai B Fungsi
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 1
3. Gerbang logika Not:

  • Jenis inverter, yaitu gerbang logika yang hanya memiliki satu sinyal masukan dan saru sinyal keluaran.



Nilai A Fungsi
0 1
1 0
4.Gerbang logika Nand:

  • Ekspresi Booelan: A.B
  • Ketentuan: Sinyal keluaran rendah apabila semua sinyal masukan tinggi.


Nilai A Nilai B Fungsi
0 0 1
0 1 1
1 0 1
1 1 0
5. Gerbang logika Nor:

  • Ketentuan: Sinyal keluaran akan rendah apabila salah satu/ semua sinyal masukan tinggi.
  • Ekspresi Boolean: A+B



Nilai A Nilai B Fungsi
0 0 1
0 1 0
1 0 0
1 1 0
6. Gerbang logika Xor:


Nilai A Nilai B Fungsi
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 0
7. Gerbang logika Xnor:


Nilai A Nilai B Fungsi
0 0 1
0 1 0
1 0 0
1 1 1

Minggu, 28 Agustus 2016

Relasi Logika

Yaitu diagram blok simbol rangkaian digital yang memproses sinyal masukan menjadi sinyal keluaran tertentu. Operasi bilangan biner dinamakan "Logika Biner", Logika Biner mengenal nilai '0' dan '1' namun dalam sistem digital, mengenal;
a) Logika biner positif
     # Logika tinggi = 1
     # Logika rendah = 0
b) Logika biner negatif
     # Logika tinggi = 0
     # Logika rendah = 1

Logika aljabar "Aljabar Boolean", yaitu aturan yang bekerja berdasarkan prinsip;
# Benar = 1
# Salah = 0

Hukum - hukum logika:


Hukum Komunikatif
Contoh Rumus Hasil
A+B B+A
A.B B.A


Hukum Asosiatif
Contoh Rumus Penjabaran Rumus Hasil
(A.B).C A.B.C A.(B.C)
(A+B)+C A+B+C A+(B+C)


Hukum De Morgan's
Contoh Rumus Hasil
A+B A+B
A.B A.B


Hukum Distributif
Contoh Rumus Hasil
A.(B+C) (A.B)+(A.C)
A+(A.B) (A+B).(A+C)


Hukum Prioritas
Contoh Rumus Hasil
AB A.B
A.B+C (A.B)+C
A+B.C A+(B.C)


Hukum Absortib
Contoh Rumus Hasil
A.(A+B) A
A+(B.C) A
A+(A.B) A+B
A.(A+B) A.B


Teori Logika



  1. Teori 1: A + 0 = A
  2. Teori 2: A . 0 = 0
  3. Teori 3: A + 1 = 1
  4. Teori 4: A . 1 = A
  5. Teori 5: A + A = A
  6. Teori 6: A . A = A
  7. Teori 7: A + A = 1
  8. Teori 8: A . A = 0
  9. Teori 9: A = A

Selasa, 23 Agustus 2016

Aritmatika Heksadesimal

Aritmatika Heksadesimal dibagi menjadi perjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Jadi sama seperti aritmatika pada umumnya. Bedanya dalam menghitung kali ini menggunakan bilangan heksadesimal.

1. Perjumlahan, contoh:

    9C(16) + 46(16) =        C(16) + 6(16) = 12(16) + 6(16) = 18 = 2(16)
                                         1(16) (hasil diambil dari 18 : 16 = 1 sisa 2) + 9(16) + 4(16) = 14 = E(16)
    9C
    46+
    E2

2. Pengurangan, contoh:

    13A(16) - 57(16) =        A(16) - 7(16)  = 10 - 7 = 3(16)
                                                   16(16)(angka 1 Si sebelah kiri angka yang dihitung bernilai 16) + 3(16) - 5(16) = 14 =                                             E(16)
     13A
       57 +
       E3

3. Perkalian, contoh:

    3A(16) × 2B(16) =

    3A
    2B ×
  27E
  74    +
  9BE

4. Pembagian, contoh:

    1224(16) : 1B(16) =
                     
    1B/ 1224 = AC
           10E  -
             144
             144-
                  0

Kamis, 04 Agustus 2016

   Kali ini saya akam membahas tentang Sistem bilangan. Apa itu sistem bilangan? Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item phisik. Dalam mengolah data yang ada di dalam komputer biasanya menggunakan sistem sandi (pengkodean)

Sifat - sifat sistem bilangan dibagi menjadi 4, antara lain:

  • Bilangan Desimal, terdiri dari 10 anggota {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9}
  • Bilangan Biner, terdiri dari 2 anggota {0,1}
  • Bilangan Oktal, terdiri dari 8 anggota {0,1,2,3,4,5,6,7}
  • Bilangan Heksadesimal, terdiri dari 16 anggota {0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F}
Konversi bilangan dari:


  • Desimal ke biner, contoh:
45 (10) = …..(2)
45 : 2 = 22 + sisa 1
22 : 2 = 11 + sisa 0
11 : 2 = 5 + sisa 1
5 : 2 = 2 + sisa 1
2 : 2 = 1 + sisa 0 101101(2) ditulis dari bawah ke atas


  • Desimal ke Oktal, contoh:
385 ( 10 ) = ….(8)
385 : 8 = 48 + sisa 1
48 : 8 = 6 + sisa 0
601 (8)


  • Bilangan desimal ke heksadesimal, contoh:
1583 ( 10 ) = ….(16)
1583 : 16 = 98 + sisa 15
96 : 16 = 6 + sisa 2
62F (16)


  • Bilangan biner ke desimal, contoh:
1001(2)
1 x 2 pangkat 0 = 1
0 x 2 pangkat 1 = 0
0 x 2 pangkat 2 = 0
1 x 2 pangkat 3 = 8
                          —+
                           9 (10)

  • Bilangan biner ke oktal, contoh:
11100101
dipecah menjadi 3 digit angka (dari urutan paling belakang):

11 100 101 atau 011 100 101

0 x 2 pangkat 2 = 0
1 x 2 pangkat 1 = 2
1 x 2 pangkat 0 = 1

1 x 2 pangkat 2 = 4
0 x 2 pangkat 1 = 0

0 x 2 pangkat 0 = 0

1 x 2 pangkat 2 = 4
0 x 2 pangkat 1 = 0
1 x 2 pangkat 0 = 1

kemudian tiap bilangan dijumlahkan:

0+2+1 = 3  4+0+0 = 4  4+0+1 = 5

jadi nilai 11100101(2) adalah 345(8)


  • Bilangan biner ke heksadesimal, contoh:
1101 0110

1 x 2 pangkat 3 = 8
1 x 2 pangkat 2 = 4
0 x 2 pangkat 1 = 0
1 x 2 pangkat 0 = 1

0 x 2 pangkat 3 = 0
1 x 2 pangkat 2 = 4
1 x 2 pangkat 1 = 2
0 x 2 pangkat 0 = 0

kemudian masing - masing bilangan dijumlahkan:
8+4+0+2 = 14  0+4+2+0 = 6

jadi nilai 11010110(2) adalah 146(16)


  • Bilangan Oktal ke desimal, contoh:


  • Bilangan Oktal ke Biner, contoh:


  • Bilangan oktal ke heksadesimal, contoh:


  • Bilangan heksadesimal ke desimal, contoh:


  • Bilangan heksadesimal ke biner, contoh:


  • Bilangan heksadesimal ke oktal, contoh: